Sebelumnya, teman-teman pasti telah mempelajari cara menurunkan suatu fungsi yang diberikan pada saat belajar kalkulus diferensial. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas metode pengerjaan dengan urutan terbalik. Misalnya, diberikan fungsi f, kita ingin mencari fungsi F yang apabila diturunkan menjadi fungsi f. Jika fungsi F ada, maka fungsi ini disebut antiturunan dari f. Bentuknya dapat dituliskan sebagai berikut.
F′(x)=f(x)
Istilah antiturunan lebih dikenal dengan integral. Integral tak tentu dari fungsi f terhadap x didefinisikan sebagai himpunan semua antiturunan dari f, yang dilambangkan dengan ∫f(x)dx. Karena sembarang dua antiturunan dari f hanya berbeda pada konstantanya, lambang integral tak tentu ∫ memiliki arti bahwa untuk sembarang antiturunan F dari f, berlaku
∫f(x)dx=F(x)+C,
di mana f(x) adalah integran dan C adalah sembarang konstanta.
Contoh:
Carilah antiturunan dari fungsi f(x)=2x.
F(x) dapat ditentukan dengan berpikir mundur: fungsi apa yang kita ketahui mempunyai turunan sama dengan fungsi yang diberikan? Jawabannya adalah F(x)=x2. Kita dapat membuktikannya dengan cara mendiferensialkan F(x).
F(x)=x2
F′(x)=2x
f(x)=2x
Ternyata, fungsi F(x)=x2 bukan satu-satunya fungsi yang mempunyai turunan 2x. Fungsi x2+3 mempunyai turunan yang sama karena angka 3 bila diturunkan menjadi 0. Demikian pula fungsi x2+C untuk sembarang konstanta C.
Berikut ini adalah aturan dan rumus antiturunan (integral).
∫kdx=kx+C
∫xndx=xn+1n+1+C, n ≠ -1
∫kxndx=kxn+1n+1+C, n ≠ -1
∫kf(x)dx=k∫f(x)dx
∫(f(x)+g(x))dx=∫f(x)dx+∫g(x)dx
∫(f(x)-g(x))dx=∫f(x)dx-∫g(x)dx
Untuk dapat lebih memahami rumus dan aturan di atas, yuk simak contoh-contoh soal di bawah.
1. Carilah integral ∫(x3+x)5(3x2+1)dx
Solusi:
Misalkan u=x3+x maka du=(3x2+1)dx
Dengan mensubstitusi kita memperoleh,
∫(x3+x)5(3x2+1)dx
=∫u5du
=u5+15+1+C
=u66+C
=(x3+x)66+C
2. Hitunglah integral tak tentu ∫7√7x-1dx
Solusi:
Misalkan u=7x-1 maka du=7dx→dx=du7
Dengan mensubstitusi kita memperoleh,
∫7√7x-1dx
=∫7(7x-1)12dx
=∫7u1217du
=∫u12du
=u12+112+1+C
=u3232+C
=23u32+C
=23(7x-1)32+C
3. Carilah integral ∫(3x+2)(3x2+4x)4dx
Solusi:
Misalkan u=3x2+4x maka
du=(6x+4)dx
du=2(3x+2)dx
(3x+2)dx=12du
Sehingga dengan substitusi kita memiliki
∫(3x+2)(3x2+4x)4dx
=∫u412du
=12∫u4du
=12.u55+C
=u510+C
=110(3x2+4x)5+C
4. Tentukan ∫(2x3-5x+7)dx
Solusi:
∫(2x3-5x+7)dx
=∫2x3dx-∫5xdx+∫7dx
=2x44-5x22+7x+C
=12x4-52x2+7x+C
Ada kondisi tertentu di mana rumus ∫xndx=xn+1n+1+C tidak dapat dipakai untuk mencari antiturunan dari fungsi f(x)=xn, yaitu saat n=-1 sebab ruas kanan tidak terdefinisi (penyebut pecahan adalah 0). Oleh karenanya, kita menggunakan rumus sebagai berikut.
∫1xdx=ln|x|+C
Adapun, rumus untuk menentukan antiturunan dari fungsi f(x)=eax, yaitu ∫eaxdx=eaxa+C
Rumus di atas dapat dibuktikan dengan mendiferensialkan (menurunkan) antiturunan dari fungsi f.
ddx(eaxa+C)=1a(a)(eax)=eax
Catatan: g=eh(x)→g′=h′(x).eh(x)
Contoh:
1. Carilah ∫e8xdx
Solusi: ∫e8xdx=e8x8+C
2. Tentukan ∫xex2dx
Solusi: ∫xex2dx=∫ex2xdx
Misalkan u=x2 maka du=2xdx→xdx=12du
Sehingga dengan substitusi kita memiliki
∫ex2xdx
=∫eu12du
=12∫eudu
=12eu+C
=12ex2+C
Selain rumus-rumus dan aturan di atas yang telah dibahas, ada lagi nih teman-teman rumus integral tak tentu untuk fungsi trigonometri dari turunan fungsi trigonometri, yaitu sebagai berikut.
∫cosx=sinx+C
∫sinx=-cosx+C
∫sec2x=tanx+C
Contoh:
1. Tentukan ∫cos(2x+4)dx
Solusi:
Misalkan u=2x+4 maka du=2dx→dx=12du
Dengan mensubstitusi kita memperoleh,
∫cos(2x+4)dx
=∫cosu12du
=12∫cosudu
=12sinu+C
=12sin(2x+4)+C
2. Carilah ∫sec2(9x+3).9dx
Solusi:
Misalkan u=9x+3 maka du=9dx
Dengan mensubstitusi kita memperoleh,
∫sec2(9x+3).9dx
=∫sec2udu
=tanu+C
=tan(9x+3)+C
0 komentar:
Posting Komentar